Sunday, June 14, 2009

Mainan Logam antik

Tuesday, February 10, 2009

Umumnya tongkrongan benda logam ini kerap nangkring buffet atau meja kecil ruang tamu. Sedikit punya bobot berlebih, sebab kandungan material logam yang dimiliki-nya. sekilas diamati seperti nikel dan campuran lainnya. Bertampang GAJAH dan SINGA. kalo melihat paras sang Gajah dengan ukir bentuk atribut ornamen mengingatkan pada gajah tunggangan negri Bolliwood - India.

Justru penampilan rada culun dimiliki oleh si SINGA "mangan"GAJAH!? hehehe... jadi klop aura juluk seandainya bahan material dari Mangan! Berpola alur surai simpel apa ada-nya. Ekor melentik hingga menyentuh tepi jidat. Janggut dilalah kog mirip jenggot-nya si tokoh Kentucky , Mr. Sandler. bisa-2 saja di plesetin Kentucky Fried Lion. tentu saja selagi gak ada pihak keberatan.
simpul akhir, miniatur unik ini layak dimiliki bagi siapapun yang berminat. sekedar melengkapi koleksi di bilik hobi. Nilai tambah bagi stok pajangan rumah hunian, anda sak kabe-ne!!!


both price : Rp 1.000.000,- / 100 USD. include sending's cost Indonesia zone only.











Mangkok unik produk Holland

Tuesday, February 10, 2009

Jelasnya mangkok ini bukan produk Ajino-moto. berpenampilan menarik karena punya 2 jalur tuang "manyun" dengan posisi berhadapan. Janggal lainnya, dasar mangkok sengaja diciptakan menyatu dengan format menempel pada tatakan (lepe'an) di bawahnya. Ibarat 2 sejoli yang gak bisa dipisahkan. Dua item produk yang tampil menyatu dalam performa unik, konotasi pembauran nilai fungsi. Mix-Match philosofi. Mungkin punya pesan "khusus" dari pabrik pembuat-nya. Seperti jabaran produk kini. Misalnya gelas berpasangan dengan judul OMA dan OPA.
Dibawah produk keramik ini tercantum tato sederhana. HOLLAND! masih berupa grafir sederhana. beserta lambang seekor kijang.







BEL antik

Tuesday, February 10, 2009

Kisaran pakai antara tahun 1915-1930. Terbuat dari bahan kuningan dengan minimalis ukiran sederhana. Atribut salah seorang anggota keluarga istri saya yang berprofesi sebagai guru di SD Ampenan-Lombok. Tepatnya generasi leluhur setingkat buyut. Digunakan untuk memanggil para murid untuk mulai pelajaran di kelas.
Kleneng...kleneng..kleneng.... ini bukan imbauan jual es lilin.

btw, di-amati seksama bentuk Bel ini lebih mirip penampilan bel yang dipakai oleh para kaum tokoh spiritual agamawan hindu di Bali. biasa di sebut Pedande.





Keris Lombok…

Saturday, February 7, 2009

Kini beralih penampilan salah satu stok keris Lombok. Bentuk warangka model ini disebut Kojongan. Bagian pegangan hulu atau kerap disebut Danganan, bentuk ini dijuluki Cenangan. Sangat digemari oleh kalangan muda yang suka aura minimalist. Kedua bagian itu sama-sama terbuat dari jenis kayu Berora Pelet. Namun memiliki beda pola motif menawan. Seperti lazimnya jenis kayu yang umum dipakai untuk penampilan keris Lombok lainnya.

Penampilan selut dan mendak tampak menyatu unit bagian unik. Tampak sudah mengalami perubahan performa demi tujuan nilai estetika. Digunakan sebagai atribut pelaksanaan upacara adat maupun karnaval. Hal ini disesuaikan dengan keberadaan fungsi keris masa sekarang. Yaitu sebagai benda budaya warisan leluhur dan pelengkap busana adat yang masih di pertahankan oleh khalayak luas.

Pamor pada bilah beruas alur, disebut mrambut. Pada hulu terdapat ganja menyatu bersama postur bilah. Juga ada celah tembus tengah bilah. Menurut pendapat ahli keris lokal kemungkinan sengaja diciptakan sang mpu. Untuk variasi sisip logam mulia (emas) saat penempaan proses olah keris.

Bukan kategori spektakuler seperti pegangan para bangsawan Lombok. Namun item yang dipesan khusus oleh kalangan orang kaya dimasanya.


Now change stock item of Lombok’s Kris. The shape of warangka in local term called as Kojongan. Also like a typical of handle which called as Cenangan. Suitable for youth circumstance, simply-minimalist. Wood material of both part using Berora Pelet. But have different elegant pattern. Commonly material used on all other Lombok’s Kris.

The special ring put on the handle’s base called as selut and mendak. Mix and match shape like abnormal divide thing from it should be. Seem like have a change performance for esthetic purpose. According with existence, it has been an ethnography local heritage. Also as a custom’s attribute. Still defending by Sasak’s communal on ceremonial tradition, even carnival on some great days celebration.

Pattern inherent in blade have straight smooth, called as “mrambut” styling. Like smooth hair. It has symbolic smoothness necessity influence owner needed. On the base of blade there’s a part called ganja, which totally united on the body of blade. Also you can find a gap-hole for insert other precious metal on beginning of processing’s production. It said by Kris-Expert in local region. Sometimes gold put on the blade for additional appreciate particle. Beauty appearances!

This is not included an exclusive class belongs to the Lombok’s nobleman. But have categorized special edition which order by middle-class community in the past contemporary.











COIN antik from Kumpeni.

Friday, February 6, 2009

Kini hadir lagi wahai SAUDARA-SAUDAGAR! 2 item keping mata uang kuno negeri Belanda. bergambarkan cak Rojo WILLEM III KONING dan Mbakyu Ratu WILHELMINA KONINGIN. kedua-nya bernilai 2 1/2 Gulden. Hanya beda tahun keluaran. koin tato PRIA lebih jadul 1874. yang cap betina tahun 1931. Sekalipun gak alami masa-nya. tapi saya yakin anda sekalian dapat menikmati aura yang terkandung. Bahkan bisa ketiban hidayah tak terduga. Nongol "benjol" kalo kejatuhan tepat di batok kepala! maklum bobot ke-2 koin perak ini lumayan berat. Berdiameter lingkar pipih 37mm. tebal hampir 2,5mm. tapi blom sempat saya timbang. silahkan nikmati dan hubungi saya jika tertarik!


Well, now presenting an antique coin born from Holland. Two items have same value on 2&half Gulden. but different edition printed year. Queen Wilhelmina Koningin printed in 1931 and King Willem III Koning printed in 1874. very...very oldiest!
with diametric 37mm and thickness 2,5mm made these SILVER coin have enough weight. whatever reason, please don't used it for throwing a head someone else. I sold this coins without anyone's guarantee for healing recovery. I free from that claim. thanks for understanding!












Klewang …. Sword of Lombok

Thursday, February 5, 2009

Kini gilir tampil pedang khas tentara khusus kerajaan Lombok era bahula. Kisaran tahun penciptaan berkisar rentang 1700 – 1800 Masehi. Sebagaimana diungkap dalam buku “Keris Lombok” karangan Bapak Ir. Lalu Djelenga. Masyarakat umum di Lombok lebih sering menyebut Klewang. Julukan yang hampir sama bagi semua jenis pedang. Pasukan tentara kerap menyandang di bagian tubuh-punggung belakang. Bentuk bilah besi terhunus dengan lengkungan khas. Ujung mata pedang meruncing pada sisi bilah bagian yang tajam. Pamor pada pangkal bilah sangat kontras dengan tera motif yang kian tampil cantik. Terutama pada bagian tengah bilah hingga ujung. Rentang panjang bilah capai 50 cm.

Warangka terbuat dari kayu hitam. Tidak lazim seperti umumnya bahan warangka keris khas Lombok, bersanding kayu Berora Pelet. Sedikit memberi kesan tegas dan garang. Namun masih bernuansa estetis dengan tambahan asesoris, segmen bungkus lempeng perak dan kuningan. Ukiran motif minimalis hanya terdapat pada bagian hulu warangka.

Bagian handel. Terbuat dari bahan tanduk yang di-ukir dengan motif khas Lombok. Diperindah lagi dengan pembungkus berbahan perak. Sedikit lebih tebal dibanding lempengan pada warangka. Dibuat hingga menutup dataran pangkal tancap bilah. Berfungsi lingkar selut.




in English

Now turn presenting sword of Lombok. As weapon, this is equipped for the special troops of Lombok’s kingdom. The age of making this item is around 1700-1800 BC. Reference on book of nobleman in Lombok mr. Lalu Djelenga (author) which title “Keris Lombok”. But almost all people of Lombok community always called “Klewang”. The same term for all kind of sword which have long blade. Usually the troops of kingdom using it put on back bone, diagonal position.

Blade unsheathed with very unique curve. Sword blade sharp pointed from bold part to thin blade shaping. The “Pamor” is motive of metal. It really have a different pattern from base to the tip point. Especially on middle part till tip of. Length is 50 cm.

Uncommonly like a covering of Lombok keris. Usual made from “Berora Pelet”,as a Motive wooden. The cover made from simple black wood. Little bit have an strict attitude. Hiding a cruel value with some nice attribute. Give an esthetic performance. There are a segments part-attach with brass and silver. Only on base you can find simply ornament.

Handle made from buffalo horn. Carving with an unique style of Lombok. Finally finishing with covering bold silver and carve with flower symbol. Nowadays, most of them belongs to nobleman and some rich-man high level.



SOLD OUT










Rumah adat sasak

Sunday, February 1, 2009

Di pelosok Lombok, bangunan ini disebut Bale Geleng. Merupakan bentuk griya tradisional khas budaya Sasak. Penopang kayu umumnya masih berupa struktur kayu usia tua, baik tiang pancang dan bentang palang utama. Berfungsi penyanggah struktur bangunan atas. Sama sekali tidak kenal paku. Tapi pola knock-down sederhana untuk memudahkan proses bongkar bila niat hijrah.

Paku semat kayu hanya digunakan untuk struktur bangunan atas. Karena rentan termakan usia, akibat pemakaian atap dari bahan alang-alang yang mudah alami bocor saat musim hujan tiba. Pemilihan jenis kayu tentu menjadi layak dihitungkan terkait durasi usia bangunan.

Pada kasus berikut, bangunan bagian atas ini telah alami renovasi bahan dan fungsional. Bisa sebagai sekedar tempat rehat ataupun musholla unik dengan minimalis jama’ah. Namun dibagian kolong masih terselip kayu-kayu stok lama. Lonjor tanpa olah serut halus. Tersisa pula tumpuk anyaman bedeq berfungsi dinding - rumah hunian. Berupa potongan bilah bambu yang mengapit lempeng bedeg. Dan diikat sedemikian rupa pakai tali pilahan bambu. Untuk stabilitas pondasi dasar dikenakan konkrit beton. Ala tradisional cukup berupa bongkahan batu di 4 titik tegakan tiang.

Sekedar rekomendasi…, saya biasa hinggap disitu kala otak buntu. Ber-aura kontribusi pemancing inspirasi, selagi cari bahan ide untuk aktivasi proses berkreatif. Tertarik????



We used to said this traditional property as “Bale Geleng”, as one of several kind typical house of Sasak communal, an ethnic groups who inhabit in wide spread in Lombok island. Basically, main material supporting for above part building always contain old-wood. Especially when set on pile and crossbar position. Without using nail on every fit of complementary curve - angle. But only set on knock-down pattern. Simply way to clearance of building when need move location.

Wooden nail will necessary for above build-part. Roof made from natural grass called alang-alang as local term. Susceptible when rainy season comes brings leakage on invalid roof installing. That the reason why the optional of wood need to be estimation durability.

In this case, the “ceiling” structure has been renovation “mix-match” additional material and functional. It can using as relaxing spot or even praying room as “musholla”, tiny mosque for limitation prayers. Deliberate to open space for fresh nebula. Invite wind comes….,

But in picture we still see some other elder wood material put on cellar. These are genuine part of ceiling. Wall used bamboo plaiting material. While, in the ground always put a concrete block for keep stand-stability. Traditional system used a medium size stone for it.

Private recommendation…, avoid stress I always come-up to sitting there. Exceedingly, when need finding an idea for dig creative impulsive. Will U interest????



















invite wind comes..... typhoon as Taufan!